Aurora (Yunani : Eos) ; Dewi Dinihari


Aurora atau Eos adalah anak Titan dan Bumi, serta saudara dari Helios-Sol dan Selene-Luna. Ia adalah dewi Dinihari, yang membuka pintu gerbang Hari , memasang kuda pada kereta Matahari dan mendahuluinya dalam keretanya sendiri. Dari perkawinannya dengan Perses, anak salah satu dari para Titan, ia melahirkan para Angin , Bintang, terutama Bintang Pagi, Eosphoros.

Antara oria yang diculiknya untuk dijadikan suami ialah juga Tithonos, saudara raja Priamos, yang memberikannya dua anak , yang meninggal. Kesedihan Aurora karenanya sedemikian mendalam, sehingga air matanua berceceran di bumi, dimana air itu membasahi tanah sebagai embun.

Para seniman jaman kuno menggambarkan ddewi ini sebagai berpakaian gaun berwarna kuning kunyit, memegang obor atau tangkai. Keretanya yang terbuat dari perak yang disepuh, bersinar-sinar, apabila ia meninggalkan pintu gerbang istananya yang berwarna kuning cerah.

Homerus menceritakan, bahwa kereta Aurora ditarik dua kuda yang bernama Lampos dan Phaethon. Aurora digambarkan sebagai memakai kerudung gelap (lambang malam), sedang ia membuka dengan jari-jarinya berwarna merah jambu pintu hari.

Kadang-kadang Aurora digambarkan sebagai peri muda bermahkota bunga, yang mengendarai kereta yang ditarik oleh kuda bersayap, Pegasus. Di tangan kiri ia memegang lalmpu, dengan tangan ia menaburi bunga di jalannnya. Pada sebuah lukisan kuno digambarkan, bahwa kehadirannya mengusir Malam dan Tidur.

Postingan Populer