Diana (Artemis)
Diana ialah saudara kembar Apollo dan
lahir bersamanya di pulau Delos. Ibunya ialah Latona, dan ayahnya Jupiter.
Diana mendahului Apollo beberapa saat. Selama Sembilan hari ibunya
merintih-rintih kesakitan menunggu kelahiran anaknya., karena dewi Kelahiran
ditahan oleh Juno dalam istananya.
Semua dewi, terutama Minerva menghibur
Latona, tetapi tidak sanggup menolongnya. Akhirnya mereka mengirim dewi Iris
untuk membujuk Juno melepaskan dewi Kelahiran Ilithya itu. Bujukan berhasil dan
Latona melahirkan kembarnya.
Penderitaan ibunya sangat masuk hati
Diana, sehingga membayangkan perkawinan saja ia tidak mau. Jupiter
menganugerahkan kepadanya, seperti juga kepada dewi Minerva, keperawanan abadi.
Tempat peramalan Apollo menamakan kedua dewi ini “Perawan Putih”.
Jupiter memberi senjata busur dan panah
kepada Diana dan mengangkatnya sebagai Ratu Rimba. Sebagai pengiringnya
diangkat enam puluh peri yang semuanya harus menjanjikan hidup sebagai perawan.
Dengan pengikutnya yang berjumlah banyak
itu Diana berburu, yang merupakan kegiatan yang paling disukainya. Semua peri
yang mengikutinya cantik dan tinggi, tetapi tentu Diana melampaui mereka dalam
segala hal.
Seperti Apollo ia mendapat berbagai nama.
Di Yunani ia disebut Artemis, apabila berada di bumi. Di angkasa namanya
Phoibeia (yang bercahaya) atau Luna (bulan), sedangkan di neraka namanya
Hekate.
Apabila Apollo sebagai matahari terbenam,
maka Luna-Artemis (bulan) mulai menerangi angkasa dengan cahayanya yang lemah,
sehingga malam timbul sebagai saat yang penuh rahasia.
Dewi Diana seringkali keras hati, malahan
bengis dan penuh dendam. Dengan sangat kejamnya ia bertindak terhadap semua
yang menimbulkan rasa dendamnya. Ia tak segan-segan merusak panen, menyerang
ternak,mengirim penyakit menular atau pun membunuh anak. Atas hasutan iunya,
Latona, Diana dan Apollo membunuh Niobe bersama anak-anaknya, karena Niobe
menyombongkan diri atas jumlah besar anaknya (enam wanita, enam pria), yang
sangat menyakiti hati Latona, yang hanya mempunyai dua anak, Diana dan Apollo.
Dikisahkan juga, bahwa pada suatu hari,
ketika Diana sedang mandi, ia diintip oleh seorang pemburu bernama Aktaion.
Diana memercikinya dengan air dan langsung Aktaion berubah menjadi rusa, yang
diterkam dan dibunuh oleh anjing burunya sendiri.
Cerita lain menyebutkan bahwa ia membunuh
pemburu terkenal lain, Orion, karena cemburu. Walaupun ia tidak tertarik pada
perkawinan, seringkali Diana jatuh cinta juga. Orion sangat dicintainya, tetapi
Orion ini memilih dilarikan oleh Dewi Aurora (Dinihari).
Pria lain yang sanggup memikat hatinya
ialah Endymion, cucu Jupiter. Endymion ini sangat tampan dan tetap muda, namun
mendapat anugerah aneh dari Olympus untuk dapat tidur terus-menerus. Setiap
malam Diana mengunjunginya di gua dalam pegunungan Latmos di Karia.
Kepadanya dipersembahkan rusa betina dan
babi hutan, hasil bumi yang dpetik pertama, lembu, rusa putih, domba dan
malahan juga korban manusia. Legenda terkenal ialah pengorbanan putri raja
Iphigeneia kepada Diana, yang mengakibatkan drama yang bermacam-macam.
Di Tauris semua pelaut kapal kandas
dikorbankan kepada Diana. Sedangkan di Cilicia ada tempat pemujaan Diana yang
hanya dapat dimasuki lewat jalan yang ditaburi bara berapi.
Tempat pemujaan yang paling terkenal
adalah di Ephesos. Lebih dari dua ratus tahun penduduk seluruh Asia Minor tak
henti-hentinya menghiasnya. Kekayaan yang tertimbun dalamnya telah menimbulkan
revolusi berjumlah banyak. Menurut tradisi tempat pemujaan itu dihancurkan
tujuh kali dan tujuh kali juga dibangun kembali.
Tetapi sejarah hanya memperlihatkan
penghancuran dua kali, sekali dibakar oleh para Amazona, sebangsa pahlawan
wanita, dan kedua kalinya oleh Herostrates pada malam kelahiran Alexander dari
Macedonia (21 Juli 365 SM), sedangkan kemudian pada tahun 236 kaisar Gallienus
dari Roma menyuruh merusaknya sama sekali.
Patung-patung Diana rupanya berdasarkan
pemujaan suatu dewi kuno di Asia Minor dengan unsur-unsur yang berasal dari
suatu kultus di Mesir.