Mars (Ares) ; Sang Dewa Perang
Namanya dalam bahasa Yunani, Ares, berarti “yang berani”, dan ia dianggap sebagai
anak Zeus (Jupiter) dan Hera (Juno). Namun pujangga-pujangga Latin memberikan
uraian lain mengenai kelahirannya.
Juno, yang marah dan irihati karena
Jupiter berhasil mendapat anak, Minerva, tanpa perantaraanya, ingin juga
mendapat anak sendiri tanpa Jupiter.
Dewi Bunga, Flora, menunjukkan sekuntum bunga kepadanya, yang
tumbuh di Achaea, dan yang apabila disentuh saja sudah akan member hasil yang
diinginkan. Berkat bunga ajaib dewa Taman dan anak Bacchus dan Venus, untuk
diasuh.
Dari pengasuhnya itu Mars belajar menari
dan semua macam olahraga lain yang merupakan persiapan untuk perang. Mars
dipuja sebagai dewa Perang.
Pujangga-pujangga menceritakan kisah
hidup Mars penuh dengan petualangan cinta. Homerus dan ovicius, misalnya,
menceritakan kejadian lucu mengenai percintaan Mars dengan Venus. Apollo yang
dalam cerita ini merupakan dewa Matahari, Phoebus,
ialah saingan terberat Mars untuk cinta Venus, dan Matahari yang melihat semua
kejadian sukar dikelabui matanya.
Karena itu Mars menyuruh anakmasnya,
Alektryon, untuk menjaga pintu, tetapi Alektryon itu tertidur, sehingga Phoebus
melihat kejadian yang tidak diijinkan itu. Phoebus langsung member Vulcanus,
suami Venus, yang menangkap mereka berdua itu dengan jaringan sutera yang tidak
dapat dilihat, dan mempertontonkan mereka kepada dewa-dewa lainnya untuk
ditertawakan.
Mars mengubah Alektryon menjadi ayam
jantan, yangs ejak itu berkeruyuk apabila melihat matahari pada waktu fajar.
(Apakah dalam hal ini ada hubungan dengan kepercayaan, bahwa bila ayam jantan
berkeruyuk di waktu malam, itulah pertanda ada orang yang sedang bermain
serong?).
Akhirnya Neptunus kasihan pada Mars dan
Venus. Ia mohon Vulcanus untuk melepaskan mereka yang bersalah itu. Mars dan
Venus langsung melarikan diri sejauh-jauhnya : Mars bersembunyi di Trachia
(memang di sana ada tempatnya, di tengah-tengah sukubangsa yang masih biadab),
sedangkan Venus pergi ke tempat kesayangannya, Paphos di Cypria.
Mars mempunyai banyak isteri dan anak.
Venus memberikan dua anak laki-laki kepadanya,
Deimos (“terkejut”) dan Phobos (“takut”), dan seorang anak wanita, Hermione atau Harmonia.
Deimos dan Phobos turut berperang di sampingnya.
Mars mempunya adik wanita, Bellona (perang), yang menjadi sais baginya. Para
pujangga melukiskan Bellona ini sebagai berada di tengah-tengah peperangan,
dengan rambut terurai lepas, mata menyala-nyala dan cambuk yang berdarah.
Sebagai Dewa Perang, Mars selalu diikuti
oleh Dewi Kemenangan. Namun ia tidak selalu menang.
Di Yunani sendiri pemujaan terhadap Ares
(Mars) rupa-rupanya tidak terlalu menyebar. Tidak pernah ada tempat pemujaan
khusus baginya, sedangkan orang hanya menyebutkan dua-tiga arca daripadanya,
antara lain yang ditemukan di Sparta, kota bangsa Yunani yang memang terkenal
sebagai berkebudayaan prajurit. Arca di Sparta itu selalu dirantai dan diikat,
supaya dewa perang tidak dapat meninggalkan orang Sparta itu, apabila mereka
berperang.
Sebaliknya, di Roma, di mana berperang
boleh dikatakan dianggap sebagai kesenian khusus, Mars sangat dipuja dan
dihormati.
Sudah dari jaman raja mitologi, Numa
Pompilius (715-672 SM), disebutkan adanya suatu badan pendeta yang dinamakan
Collegium, dan anggotanya dipilih dari golongan Patricia (golongan tertinggi),
yang bertugas menjalankan pemujaan terhadap dewa Mars. Pendeta tersebut juga
dinamakan Salii dan meraka menjaga duabelas perisai
suci, sebuah di antaranya dianggap jatuh dari Sorga.
Pada hari raya Mars, para Salii ini
mengambil perisai-perisai itu, memakai mantel merah, dan berarak di seluruh
kota Roma sambil menari-nari. Arakan itu diakhiri dengan santapan umum di dekat
tempat pemujaan Mars.
Mars digambarkan sebagai orang yang
mengenakan topi perang, bersenjatakan tombak dan membawa perisai. Di dadanya
ada perisai khusus yang bergambarkan kepala Medusa (wanita berambut ular).
Dalam bahasa-bahasa Roman nama Mars masih
terlihat dalam nama hari Selasa, yang dahulu memang diwisudakan kepadanya :
bahasa Perancis Mardi, bahas Italia Martedi, yang
berasal dari Latin Martii Dies (Hari Mars).