Dewi-dewi Moirae atau Parcae
Dewi-dewi Moirae atau Parcae yang
menguasai nasib manusia adalah tiga kakak-beradik dan anak dewi Malam dan
Erebos (Kegelapan) atau juga anak Jupiter dan Themis. Ada pula yang
menyebutkan, bahwa mereka anak Necessitas (Kebutuhan) dan Destina (Nasib).
Asal-usul yang gelap ini menunjukkan,
bahwa dewi-dewi tersebut sudah dikenal sejak jaman terkuno, mereka seumur
dengan malam, bumi dan langit! Nama mereka ialah:
Clotho,
“pemintal” (benang penghidupan), yang rupanya dianggap termuda. Ia berpakaian
mantel berwarna-warni yang panjang. Mahkotanya berhias tujuh bintang. Di pangkuannya
ada alat pemintal yang benangnya terbentang dari langit ke bumi.
Lanchesis,
“yang menarik nasib”, ialah Moirae yang menggulung benang nasib. Pakaiannya
disebari bintang, dan ia mudah dikenal karena gulungan benang yang berserakan
di sekitarnya.
Atropos,
“yang tak dapat dihindari atau diblokkan”. Ialah yang dengan tak kenal
belaskasihan mematahkan benang nasib, apabila panjangnya sudah sampai saat umur
yang diperhitungkan bagi manusia. Ia dianggap sebagai tertua antara tiga
saudara ini dan selalu berpakaian hitam. Di samping bertimbun-timbun gulungan
benang.
Mereka tinggal dekat para Horae di daerah
Olympus dan memikirkan tidak hanya nasib manusia, melainkan juga keadaan di
daerah kedewaan dan tatatertib alam semesta. Di istana kediaman mereka nasib
setiap orang tertulis di atas besi atau perunggu, sehingga tulisan itu tak bisa
dihapus. Nasib orang tidak bisa diubah dan terikat pada benang yang mereka
pegang.
Baik bangsa Yunani, maupun Romawi, sangat
menghormati dewi-dewi Moirae atau Parcae ini. Mereka dipuja, langsung sesudah
Apollo, yang juga merupakan dewa yang dapat melihat jaman yang akan datang.
Korban kepada mereka terdiri dari domba hitam.
Namun memintal, menggulung dan memotong
benang nasib tidak merupakan satu-satunya tugas mereka. Mereka juga mengawasi
kelahiran. Dan para pahlawan yang memberanikan diri turun ke dalam Tartaros,
seperti, misalnya Hercules, Theseus, Odysseus dan Orpheus, dibimbing keluar
oleh mereka, dewi Moirae ini. Pluto mnyerahkan istrinya, Prosperina, kepada
mereka, apabila ia setiap tahun mengunjungi ibunya di Olympus.