Dewi-dewi Horae
Kata hora
berarti “waktu” atau “jam”, namun dengan horae tidak dimaksudkan bagian hari, melainkan musim
dalam setahun.
Para horae adalah anak Jupiter dan Themis.
Hesidos menyebutkan tiga : Eunomia (Hukum),
Dike (Keadilan) dan Irene (Damai).
Homerus menyebut mereka penjaga gerbang Olympus. Dalam mitologi Yunani
mula-mula hanya ada tiga Horae atau musim : musim semi, musim panas dan musim
dingin.
Ketika kemudian dikenal musim rontok saat
baliknya matahari di musim dingin, jumlah Horae ditambah dengan dua : Carpo dan
Thallo yang diserahi melindungi buah-buahan dan bunga. Sedangkan, waktu orang
Yunani mengenal menjadi duabelas juga dan mereka digolongkan pada anak-buah
Zeus (Jupiter) serta dinamakan “duabelas saudara”.
Para Horae dan Gratiae biasanya digabung
dalam tarian bersama, memakai gaun yang hany sampai lutut. Mereka sama umur dan
bermahkota daun palem.
Dewi-dewi Horae mengawasi pendidikan anak
dan mengikuti manusia selama seluruh hidupnya. Karenanya mereka selalu hadir
pada semua pesta perkawinan yang disebutkan dalam mytologi.
Penduduk Athene mempersembahkan petikan
buah pertama dalam setiap musim kepada mereka. Kebiasaaan itu tidak diikuti di
Roma, di mana dewi musim ialah Hersilia.
Setelah runtuhnya kerajaan Romawi pada
476 sesudah Masehi dewi-dewi Horae ini digambarkan bersayap kupu-kupu, biasanya
bersama dewi Themis. Mereka memegang jarum jam atau mendukung lonceng atau alat
lain yang melambangkan waktu.